Saturday, May 19, 2007

Jalan sendirian

“Hah? Jalan sendirian ke Bali? Gila kali lu ya?” begitu komentar salah seorang teman jalan saya ketika saya mengaku bolos kantor pada hari Jum’at agar bisa lebih lama liburan di Bali (semoga hanya Tuhan yang tahu kalau saya bolos!).

“Memangnya kenapa, Bleh?” (Bleh—panggilan sayang saya kepada para sahabat. Berasal dari nama ABLEH, teman akrabnya Pak Ogah pada film boneka si Unyil).
“Ya gila kaleee. Elo kan cewek. Berani banget jalan-jalan jauh sendirian,” katanya.
Sambil berpikir keras mencari hubungan antara ‘cewek’ dan ‘jalan sendirian’ saya kemudian menjawab, “Kan asik, Bleh. Gue jadi dapat teman-teman baru disana. Terus, jadi lebih menarik karena seolah-olah gue berada di negeri asing sendirian. Hehe…”
“Dasar gemblung!”
Loh kok?
Heran. Kenapa kalau saya, seorang perempuan jalan-jalan sendirian lantas menjadi isu besar dan mengundang decak kagum berlebihan (yang tidak perlu malah!). Initisarinya kan sama saja dengan laki-laki jika mereka melakukan jalan-jalan sendirian. Bedanya, saya perempuan.“Kita, para perempuan tidak boleh bepergian sendirian. Harus dengan mahramnya!” begitu kata guru ngaji saya.“Harus dengan suami, Guru???” tanya saya polos. Maklum, masih pendatang baru.

Terlepas dari penjelasan si Guru, jalan-jalan sendirian itu ada senang dan ada deg-degannya juga. Senang karena solah-olah adrenalin jadi meningkat karena banyak pengalaman baru dan lucu. Deg-degan karena peristiwa buruk bisa saja terjadi jika tidak hati-hati dan salah perhitungan. Contohnya, bisa jadi korban penculikan! Well, kalau menjadi sasaran penculikan pria ganteng dan lajang sih tidak apa-apa. Malah mungkin saya akan berteriak, “Please, kidnap me!!!” (om/2007)
*****


Penginapan per malam: Rp. 60,000/malam
Sewa body/surf board: Rp. 50,000/jam
Kaos Oblong Bali: Rp. 10,000/pcs
Sewa Motor: Rp. 50,000/hari
Sewa Sepeda: Rp. 20,000/hari
Makan di warung nasi depan Hard Rock: Rp. 6,000
Anting-anting perak: Rp. 45,000
Laundry: Rp.1,000/pakaian
Tiket masuk Bali Zoo: Rp.40,000
Sendal Jepit Rip Curl: Rp. 20,000

Yang harus dilakukan sebelum jalan-jalan sendirian :


  • Pastikan booking hotel beberapa hari sebelum tiba di tempat tujuan

  • Lebih baik jika hotel tersebut memiliki fasilitas penjemputan tamu dari bandar udara menuju hotel

  • Buat rencana perjalanan selama di tempat tujuan

  • Pilih tempat tujuan wisata yang berdekatan sehingga dalam 1 hari Anda bisa mengunjungi beberapa tempat

  • Pilih tempat tujuan yang merupakan daerah ramai wisata dan terbilang aman jika Anda bepergian sendirian

  • Tinggalkan nama dan nomor telepon hotel tempat Anda menginap kepada orang terdekat

  • Jangan umbar kepada orang-orang baru yang ditemui bahwa Anda sedang bewisata sendirian untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan

  • Hindari membawa uang tunai terlalu banyak. Lebih baik membawa kartu ATM dan simpan di tempat yang tersembunyi

Memang Dasar orang gila!

Pernah ketemu orang gila? Saya termasuk sering, terutama saat sedang melakukan perjalanan dengan teman-teman seperjalanan (mungkin itu karena ada feeling yang kuat antara saya dengan mereka). Pernah suatu kali saya iseng menghitung jumlah orang gila yang kami temui saat mobil melaju menuju daerah tujuan wisata. Saat itu jumlahnya ada...enam orang! Wah, ternyata di dalam satu kabupaten di Indonesia saja sudah banyak orang gilanya. Apalagi satu nusantara??? Tapi syukurlah bahwa mereka adalah orang gila yang benar-benar gila, bukan pura-pura gila. Setidaknya, orang gila yang asli tidak begitu berbahaya dibandingkan dengan yang pura-pura gila. Apa kabar Indonesia kalau banyak yang pura-pura gila? Ehem, yaaa...seperti yang sekarang ini terjadi...